Kegiatan Perpustakaan dan Literasi Membaca

Menurut KBBI, literasi adalah kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Literasi juga meliputi pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu.

Jadi Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis.
Definisi baru dari literasi menunjukkan paradigma baru dalam upaya memaknai literasi dan pembelajaran nya. Kini ungkapan literasi memiliki banyak variasi, seperti Literasi media, literasi komputer, literasi sains, literasi sekolah, dan lain sebagainya

Ada enam jenis literasi dasar, yaitu Literasi Dini, Literasi Dasar, Literasi Perpustakaan, Literasi Media, Literasi Teknologi, dan Literasi Visual. Semua jenis literasi saling terkait dan berperan dalam pengembangan kompetensi seseorang.

Tujuan literasi itu sendiri ialah sebagai berikut:
  1. Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat.
  2. Membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat.
  3. Meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis.
  4. Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca.
  5. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis.
  6. Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas.
  7. Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang.
Literasi memerlukan dorongan dan motivasi yang tinggi, karena sangat lemahnya minat pembaca. Kurangnya minat literasi tentu akan berdampak buruk pada kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Dalam dunia pendidikan minat baca siswa sangat rendah.  Hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan seperti;  perpustakaan sekolah yang kurang memadai,  kurangnya buku dan sumber bacaan, lingkungan yang tidak mendukung, guru dan orang tua kurang mendorong siswa untuk rajin membaca, siswa kecanduan game sehingga malas untuk membaca, dan siswa kurang aktif dalam membaca. Para siswa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain daripada membaca buku.

Oleh karena itu Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang menjadi salah satu langkah  pemerintah dalam menumbuhkan minat baca. Gerakan Literasi Sekolah merupakan kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah. Gerakan Literasi Sekolah ini bertujuan untuk membangun karakter siswa agar lingkungan sekolah menjadi lingkungan pembelajaran sepanjang hayat dengan membudayakan membaca atau berliterasi. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan agar dapat merubah hidup ke arah yang lebih baik. Gerakan Literasi sekolah ini wajib dilaksanakan karena minat baca yang masih tergolong rendah. Bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan strategi membaca, sehingga keberlanjutan pembelajaran bisa selalu dihadirkan.

Berikut beberapa kegiatan Perpustakaan dan Literasi Membaca di MA Islamic Centre Kab. Cirebon:


















































Nilai PAI dan BTA

Link  https://drive.google.com/drive/folders/1VbIYez5MCWz8wA1JaLkUWr8X5rRQQWzR?usp=sharing Mohon maaf yang tadi 19-06-2026 melakukan remedia...